Batang adalah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki keunikan. Batang dikenal dengan keberadaan Alas Roban di sebelah timur (Gringsing). Selain itu jika dikenali lebih detail Batang juga memiliki kekayaan alam yang kompleks sehingga memungkinkan Kabupaten ini untuk dikembangkan sebagai Kabupaten multi fungsional ditambah letaknya yang strategis di pulau Jawa. Memang benar jika Batang belum dikenal masyarakat luas. Yang Indonesia tahu adalah Pekalongan Kota Batik. Tapi mereka belum tahu bahwa Pekalongan merupakan bagian sejarah dari Kabupaten Batang.
Alas Roban dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan karena ketidakkonsentrasian sopir maupun gangguan makhluk halus. Di jalur Sakal Putung, Alas Roban dipercaya ada Restoran Ghoib yang kadang muncul di sebuah tikungan tajam. Dahulu tikungan berbatasan langsung dengan jurang yang membahayakan pengendara jika terperosok. Namun sekarang telah ada jalan yang menghubungkan Jalur lama dan jalur baru. Disinilah sering terjadi kecelakaan, karena Restoran Ghoib ini berada di jurang. Jika pengendara terkecoh maka akan terperosok ke jurang. Di tempat ini terdapat tugu keselamatan dan prasasti yang di tanda tangani orang asing, dari namanya dia adalah orang Belanda. Di tempat ini banyak makhluk halus dan benda pusaka jahat di buang. Itu sebabnya daerah ini terkesan angker.
Alas Roban sebenarnya meliputi Kabupaten Batang dari Alas Roban yang sekarang dikenal di Gringsing sampai perbatasan dengan Pekalongan. Kampung Roban sendiri berada di Desa Sengon. Kampung ini dahulu dikenal dengan desa siluman buaya. Jika masih ingat film Suzanah, itulah cerita Roban.Tak jauh dari tempat ini ada gua peninggalan Jepang terbesar di daerah Jawa Tengah. Namun keberadaannya sudah ditutup oleh pihak Jepang sebelum mereka meninggalkannya. Konon didalamnya terdapat alutista yang dulu digunakan saat mereka menjajah. Tempat yang telah ditutup ini sekarang yang memegang kunci (Juru Kunci) adalah Pak Nasir (Mantan Lurah Sengon). Tak sembarang orang dapat mengunjungi tempat ini, harus ditemani Pak Nasir agar dibukakan pintu ghoib yang menjaga daerah itu dari tangan jahil. Konon tempat ini dijaga oleh kera-kera ghoib. Goa serupa dapat ditemukan di jalur Sakal Putung dekat tempat Restoran Ghoib.
Percaya gak percaya jika ada dokar atau becak berjalan di Jalur Sengon dipercaya akan ada kecelakaan yang menelan korban. Namun jika nyadran dilaksanakan kecelakaan yang sering terjadi akan terhenti. Memang aneh namun itulah Batang yang dikenal Alas Robannya.
Disisi barat perbatasan dengan Pekalongan dikenal dengan adanya tokoh Ki Bahurekso, dia berperan sebagai panglima di kawasan Kadipaten Batang dan Pekalongan saat melawan penjajah. Ki Bahurekso menghimpun kekuatan di daerah Alas Roban untuk menghalau penjajah yang akan menuju Jayakarta. Sampai saat ini belum ada yang mau menelusuri sejarah tersebut karena ada kepercayaan jika ada kesalahan dalam menceritakan maka si pencerita akan gila. Semoga saya tidak, apabila saya gila maka tulisan ini adalah bukti bahwa saya gila karena menuliskan ini.
Kekayaan Alam Kabupaten Batang sangat kompleks, bisa dikatakan Allah menciptakan Kabupaten Batang dengan berbagai penglengkapan yang dapat difungsikan sehingga kemakmuran itu ada. Batang memiliki pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan kawasan pegunungan, sehingga sangat mungkin Batang menghasilkan berbagai jenis makanan dan sandang yang lengkap. Dari hasil ini dapat diolah lagi menjadi makanan yang bernilai tinggi.
Dengan kompleksnya kekayaan alam yang dimilikinya, Batang sebenarnya dapat dikembangkan berbagai pariwisata dengan berbagai jenis sesuai keadaan alam. Dari sekian banyak potensi wisata yang ada hanya ada 5 daerah tujuan wisata unggulan yaitu pantai Ujungnegoro, pantai Sigandu, Desa Wisata Sodong, Pemandian Bandar dan Pagilaran. Padahal masih banyak tempat yang lebih baik dikembangkan seperti Curug Gombong, Curug Genting, Pemandian Air Hangat Tersono, Pranten, Andongsili, Tombo, dan lainnya. Masih banyak yang harusnya dikembangkan untuk kemajuan Batang.
Batang merupakan daerah strategis di pulau Jawa. Batang berada di tengah simpul jalur Pantura Jakarta-Madura. Banyak industri berdiri di Batang karena kemudahan distribusi ke barbagai daerah lain di pulau Jawa dengan jarak rata-rata dibandingkan dengan harus mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta, akan lebih cepat dari Batang ke Jakarta dan Batang ke Surabaya. itulah salah satu alasan mengapa Batang di pilih sebagai tempat berdirinya PLTU terbesar di ASEAN, bentang kabel akan mudah jika dari Batang.
Batang juga ada Hotel Sapi yaitu peristirahatan sapi di Tulis. Berdirinya ini karena Batang berada di tengah antara Jakarta Madura. Biasanya sapi dikirim dari Madura selama berjam-jam sehingga sapi kelelahan, kadang jika sapi lelah bisa terjerat tali. Makanya ada hotel sapi untuk mengistirahatkan sapi sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Banyak dari kondisi Batang yang seharusnya akan lebih baik jika dimanfaatkan, oleh karena itu saya akan mengisi perubahan yang ada. Saya akan menata Batang sebelum saya tempati sampai hari tua. Siapa lagi kalau bukan saya? siapa lagi kalau bukan Anda? Siapa lagi yang mau dengan Batang yang gersang? Kita harus merubah.
Baca Lengkap
Alas Roban dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan karena ketidakkonsentrasian sopir maupun gangguan makhluk halus. Di jalur Sakal Putung, Alas Roban dipercaya ada Restoran Ghoib yang kadang muncul di sebuah tikungan tajam. Dahulu tikungan berbatasan langsung dengan jurang yang membahayakan pengendara jika terperosok. Namun sekarang telah ada jalan yang menghubungkan Jalur lama dan jalur baru. Disinilah sering terjadi kecelakaan, karena Restoran Ghoib ini berada di jurang. Jika pengendara terkecoh maka akan terperosok ke jurang. Di tempat ini terdapat tugu keselamatan dan prasasti yang di tanda tangani orang asing, dari namanya dia adalah orang Belanda. Di tempat ini banyak makhluk halus dan benda pusaka jahat di buang. Itu sebabnya daerah ini terkesan angker.
Alas Roban sebenarnya meliputi Kabupaten Batang dari Alas Roban yang sekarang dikenal di Gringsing sampai perbatasan dengan Pekalongan. Kampung Roban sendiri berada di Desa Sengon. Kampung ini dahulu dikenal dengan desa siluman buaya. Jika masih ingat film Suzanah, itulah cerita Roban.Tak jauh dari tempat ini ada gua peninggalan Jepang terbesar di daerah Jawa Tengah. Namun keberadaannya sudah ditutup oleh pihak Jepang sebelum mereka meninggalkannya. Konon didalamnya terdapat alutista yang dulu digunakan saat mereka menjajah. Tempat yang telah ditutup ini sekarang yang memegang kunci (Juru Kunci) adalah Pak Nasir (Mantan Lurah Sengon). Tak sembarang orang dapat mengunjungi tempat ini, harus ditemani Pak Nasir agar dibukakan pintu ghoib yang menjaga daerah itu dari tangan jahil. Konon tempat ini dijaga oleh kera-kera ghoib. Goa serupa dapat ditemukan di jalur Sakal Putung dekat tempat Restoran Ghoib.
Percaya gak percaya jika ada dokar atau becak berjalan di Jalur Sengon dipercaya akan ada kecelakaan yang menelan korban. Namun jika nyadran dilaksanakan kecelakaan yang sering terjadi akan terhenti. Memang aneh namun itulah Batang yang dikenal Alas Robannya.
Disisi barat perbatasan dengan Pekalongan dikenal dengan adanya tokoh Ki Bahurekso, dia berperan sebagai panglima di kawasan Kadipaten Batang dan Pekalongan saat melawan penjajah. Ki Bahurekso menghimpun kekuatan di daerah Alas Roban untuk menghalau penjajah yang akan menuju Jayakarta. Sampai saat ini belum ada yang mau menelusuri sejarah tersebut karena ada kepercayaan jika ada kesalahan dalam menceritakan maka si pencerita akan gila. Semoga saya tidak, apabila saya gila maka tulisan ini adalah bukti bahwa saya gila karena menuliskan ini.
Kekayaan Alam Kabupaten Batang sangat kompleks, bisa dikatakan Allah menciptakan Kabupaten Batang dengan berbagai penglengkapan yang dapat difungsikan sehingga kemakmuran itu ada. Batang memiliki pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan kawasan pegunungan, sehingga sangat mungkin Batang menghasilkan berbagai jenis makanan dan sandang yang lengkap. Dari hasil ini dapat diolah lagi menjadi makanan yang bernilai tinggi.
Dengan kompleksnya kekayaan alam yang dimilikinya, Batang sebenarnya dapat dikembangkan berbagai pariwisata dengan berbagai jenis sesuai keadaan alam. Dari sekian banyak potensi wisata yang ada hanya ada 5 daerah tujuan wisata unggulan yaitu pantai Ujungnegoro, pantai Sigandu, Desa Wisata Sodong, Pemandian Bandar dan Pagilaran. Padahal masih banyak tempat yang lebih baik dikembangkan seperti Curug Gombong, Curug Genting, Pemandian Air Hangat Tersono, Pranten, Andongsili, Tombo, dan lainnya. Masih banyak yang harusnya dikembangkan untuk kemajuan Batang.
Batang merupakan daerah strategis di pulau Jawa. Batang berada di tengah simpul jalur Pantura Jakarta-Madura. Banyak industri berdiri di Batang karena kemudahan distribusi ke barbagai daerah lain di pulau Jawa dengan jarak rata-rata dibandingkan dengan harus mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta, akan lebih cepat dari Batang ke Jakarta dan Batang ke Surabaya. itulah salah satu alasan mengapa Batang di pilih sebagai tempat berdirinya PLTU terbesar di ASEAN, bentang kabel akan mudah jika dari Batang.
Batang juga ada Hotel Sapi yaitu peristirahatan sapi di Tulis. Berdirinya ini karena Batang berada di tengah antara Jakarta Madura. Biasanya sapi dikirim dari Madura selama berjam-jam sehingga sapi kelelahan, kadang jika sapi lelah bisa terjerat tali. Makanya ada hotel sapi untuk mengistirahatkan sapi sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Banyak dari kondisi Batang yang seharusnya akan lebih baik jika dimanfaatkan, oleh karena itu saya akan mengisi perubahan yang ada. Saya akan menata Batang sebelum saya tempati sampai hari tua. Siapa lagi kalau bukan saya? siapa lagi kalau bukan Anda? Siapa lagi yang mau dengan Batang yang gersang? Kita harus merubah.
FORANTANG
Keluargaku (Kangmas)
Pengurus OSIS 07/08
3 Sahabat 






