Featured

Loading...

0 Kenapa Aku Suka Batang?

Batang adalah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki keunikan. Batang dikenal dengan keberadaan Alas Roban di sebelah timur (Gringsing). Selain itu jika dikenali lebih detail Batang juga memiliki kekayaan alam yang kompleks sehingga memungkinkan Kabupaten ini untuk dikembangkan sebagai Kabupaten multi fungsional ditambah letaknya yang strategis di pulau Jawa. Memang benar jika Batang belum dikenal masyarakat luas. Yang Indonesia tahu adalah Pekalongan Kota Batik. Tapi mereka belum tahu bahwa Pekalongan merupakan bagian sejarah dari Kabupaten Batang.

Alas Roban dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan karena ketidakkonsentrasian sopir maupun gangguan makhluk halus. Di jalur Sakal Putung, Alas Roban dipercaya ada Restoran Ghoib yang kadang muncul di sebuah tikungan tajam. Dahulu tikungan berbatasan langsung dengan jurang yang membahayakan pengendara jika terperosok. Namun sekarang telah ada jalan yang menghubungkan Jalur lama dan jalur baru. Disinilah sering terjadi kecelakaan, karena Restoran Ghoib ini berada di jurang. Jika pengendara terkecoh maka akan terperosok ke jurang. Di tempat ini terdapat tugu keselamatan dan prasasti yang di tanda tangani orang asing, dari namanya dia adalah orang Belanda. Di tempat ini banyak makhluk halus dan benda pusaka jahat di buang. Itu sebabnya daerah ini terkesan angker.

Alas Roban sebenarnya meliputi Kabupaten Batang dari Alas Roban yang sekarang dikenal di Gringsing sampai perbatasan dengan Pekalongan. Kampung Roban sendiri berada di Desa Sengon. Kampung ini dahulu dikenal dengan desa siluman buaya. Jika masih ingat film Suzanah, itulah cerita Roban.Tak jauh dari tempat ini ada gua peninggalan Jepang terbesar di daerah Jawa Tengah. Namun keberadaannya sudah ditutup oleh pihak Jepang sebelum mereka meninggalkannya. Konon didalamnya terdapat alutista yang dulu digunakan saat mereka menjajah. Tempat yang telah ditutup ini sekarang yang memegang kunci (Juru Kunci) adalah Pak Nasir (Mantan Lurah Sengon). Tak sembarang orang dapat mengunjungi tempat ini, harus ditemani Pak Nasir agar dibukakan pintu ghoib yang menjaga daerah itu dari tangan jahil. Konon tempat ini dijaga oleh kera-kera ghoib. Goa serupa dapat ditemukan di jalur Sakal Putung dekat tempat Restoran Ghoib.

Percaya gak percaya jika ada dokar atau becak berjalan di Jalur Sengon dipercaya akan ada kecelakaan yang menelan korban. Namun jika nyadran dilaksanakan kecelakaan yang sering terjadi akan terhenti. Memang aneh namun itulah Batang yang dikenal Alas Robannya.

Disisi barat perbatasan dengan Pekalongan dikenal dengan adanya tokoh Ki Bahurekso, dia berperan sebagai panglima di kawasan Kadipaten Batang dan Pekalongan saat melawan penjajah. Ki Bahurekso menghimpun kekuatan di daerah Alas Roban untuk menghalau penjajah yang akan menuju Jayakarta. Sampai saat ini belum ada yang mau menelusuri sejarah tersebut karena ada kepercayaan jika ada kesalahan dalam menceritakan maka si pencerita akan gila. Semoga saya tidak, apabila saya gila maka tulisan ini adalah bukti bahwa saya gila karena menuliskan ini.

Kekayaan Alam Kabupaten Batang sangat kompleks, bisa dikatakan Allah menciptakan Kabupaten Batang dengan berbagai penglengkapan yang dapat difungsikan sehingga kemakmuran itu ada. Batang memiliki pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan kawasan pegunungan, sehingga sangat mungkin Batang menghasilkan berbagai jenis makanan dan sandang yang lengkap. Dari hasil ini dapat diolah lagi menjadi makanan yang bernilai tinggi.

Dengan kompleksnya kekayaan alam yang dimilikinya, Batang sebenarnya dapat dikembangkan berbagai pariwisata dengan berbagai jenis sesuai keadaan alam. Dari sekian banyak potensi wisata yang ada hanya ada 5 daerah tujuan wisata unggulan yaitu pantai Ujungnegoro, pantai Sigandu, Desa Wisata Sodong, Pemandian Bandar dan Pagilaran. Padahal masih banyak tempat yang lebih baik dikembangkan seperti Curug Gombong, Curug Genting, Pemandian Air Hangat Tersono, Pranten, Andongsili, Tombo, dan lainnya. Masih banyak yang harusnya dikembangkan untuk kemajuan Batang.

Batang merupakan daerah strategis di pulau Jawa. Batang berada di tengah simpul jalur Pantura Jakarta-Madura. Banyak industri berdiri di Batang karena kemudahan distribusi ke barbagai daerah lain di pulau Jawa dengan jarak rata-rata dibandingkan dengan harus mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta, akan lebih cepat dari Batang ke Jakarta dan Batang ke Surabaya. itulah salah satu alasan mengapa Batang di pilih sebagai tempat berdirinya PLTU terbesar di ASEAN, bentang kabel akan mudah jika dari Batang.

Batang juga ada Hotel Sapi yaitu peristirahatan sapi di Tulis. Berdirinya ini karena Batang berada di tengah antara Jakarta Madura. Biasanya sapi dikirim dari Madura selama berjam-jam sehingga sapi kelelahan, kadang jika sapi lelah bisa terjerat tali. Makanya ada hotel sapi untuk mengistirahatkan sapi sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Banyak dari kondisi Batang yang seharusnya akan lebih baik jika dimanfaatkan, oleh karena itu saya akan mengisi perubahan yang ada. Saya akan menata Batang sebelum saya tempati sampai hari tua. Siapa lagi kalau bukan saya? siapa lagi kalau bukan Anda? Siapa lagi yang mau dengan Batang yang gersang? Kita harus merubah.
Baca Lengkap

0 Nekat yang Diridhoi

Berawal dari perencanaan kegiatan kepemudaan Kabupaten Batang yang terlantar karena Bupati lama (BB) tak memperdulikan kegiatan ini. Semprawut itulah kata yang tepat, karena perencanaan awal berantakan bahkan pikiranku "Mungkin ini pertaruhan nama, jika mau aman organisasi ini mau gak mau bubar dan mengembalikan seluruh administrasi peserta lomba photography" dengan kata lain acara gagal. Namun kenekatan dapat menjadikan nasib yang membalik. Nama organisasi menjadi lebih dikenal dan diakui. Begini ceritanya...

Awal mula pemikiranku, jika ada kegiatan yang bertujuan positif dan mempunyai dampak bagi nasyarakat, dana akan mudah, dukungan akan mudah, partisipasi banyak, sponsor semangat, dan semua dalam benak saya GAMPANG... tapi ternyata NOL BESAR.

Pertama kali yang saya hubungi adalah teman-teman yang semangat akan kegiatan kepemudaan, guru-guru yang mau membimbng, kemudian bupati, dan dinas-dinas terkait. Saat berkunjung di rumah bupati seakan ada impian emas yang menjanjikan, sehingga aku berpikir "Bahagialah aku punya pemimpin seperti ini". Kegiatan rencananya dilaksanakan 29 Oktober 2011, 2 bulan sebelumnya saya dan teman-teman telah menyebarkan permohonan sponsorship ke perusahaan se eks Karesidenan Pekalongan. Setelah waktu H-14 waktunya konfirmasi, mungkin saatnya saya kejatuhan tangga. Semua sponsor menolak permohonan. Saat mau melaporkan ke Bupati, ternyata beliau telah sibuk dengan akhir masa jabatannya 2 periode dan mempersiapkan istrinya untuk mencalonkan diri sebagai penggantinya, pada waktu itu musim kampanye pilkada tahun 2011. Alhasil kesibukkannya menjadikan kami susah untuk bertemu, dan hingga kini belum pernah ketemu batang hidungnya, Hanya berita di televisi yang menampilkan wajahnya sebagai tersangka kasus korupsi.

Setelah kita lose contact dengan sponsor dan bupati, langkah selanjutnya kita memutuskan untuk menunda kegiatan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Langkah kedua dilancarkan... Kami membentuk panitia global yang merangkul 20 nama yang dapat bertanggungjawab. Dengan modal proposal tipis dengan maksud meminta kepada calon agar kegiatan ini tetap jalan dan kami mau mendukungnya (NEKAT 1). Ternyata tak ada respon dari seluruh calon yang ada. Hanya satu yang bersikap membuka diri dan memberikan solusi, yaitu beliau yang sekarang menjabat 2012-2017. Akan tetapi suara yang kami tawarkan kami kembalikan ke masing-masing individu karena itu hak mereka.

Pengiriman Berkas Sponsor
Setelah langkah itu gagal, kemudian kami merancang kegiatan super akbar yang belum pernah dirancang di Kabupaten Batang. Apabila ini terlaksana akan ada sejarah baru. Kami membuat proposal, jumlahnya tak nanggung-nanggung ada 30 proposal untuk perusahaan dan pemerintah tingkat nasional dan internasional yang dikirimkan via kantor pos dengan menggunakan uang hasil pendaftaran peserta dan beberapa lainnya dikirimkan langsung.(NEKAT 2). Ada beberapa sponsor yang memberikan reward kepada kami walaupun tak memberikan apa yang kami minta, dan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata "Ekonomi Kreatif" juga memberikan hal yang sama. "Mungkin memang harus bubar dan mengembalikan uang kepada peserta" kataku dalam hati.

3 sebelah kanan bantuan dinas
Setelah bulan memasuki Februari 2012 saya bermaksud menyerah. Orang pertama yang saya temui adalah ibunda Elly Suchaery (Guru BK SMK N 1 Batang), saya bermaksud menceritakan keadaan saat itu. Beliau kecewa kalau kegiatan dibatalkan, karena perjuangan panitia tidaklah ringan dan waktu yang ditempuh sudahlah lama. Beliau menyemangati dan terus mendukung saya untuk kembali menanyakan kelanjutan dari dinas. Akhirnya saya mencoba kedinas. Hasilnya Dinpora Batang memberikan uang pembinaan walaupun jumlahnya masih kurang jauh, Disbudpar memberikan piala 1 set, Setda bag. Sosial memberikan uang pembinaan, DKD memberikan uang pembinaan, Koperasi dan UMKM memberikan bantuan operasional. Alhamdulillah dalam hati dana telah ada. Saya melanjutkkannya dengan mencari donatur yang dapat membantu kegiatan. 1, 2, 3 ada yang memberi walaupun hanya cukup untuk membeli nasi bungkus 10, saya tetap bersyukur itu ada.

Memasuki bulan Maret, ada penawaran merger parade band. Dengan terbuka saya menerimanya. Perencanaan pelaksanaan pada bulan Maret yang akan digelar di Gedung Wanita diperhitungkan kembali karena sewa gedung yang mahal. Kegiatan kini dialihkan ke SMK N 1 Batang. Inginku kegiatan ini digelar terbuka tanpa harus ada golongan. Apa boleh buat SMK solusi terakhir.

Awal memasuki ijin di SMK kita mengatasnamakan Alumni SMK N 1 Batang walau sebenarnya itu adalah Pemuda se Kabupaten Batang (NEKAT 3). Sebelumnya saya ucapkan "Saya minta maaf teman". Kemudian kami menggaet OSIS SMK N 1 Batang untuk mempermudah perijinan. Alhamdulillah dapat ijin, namun lagi-lagi tanggal diundur sampai UAN Selesai yaitu 21 April 2012.

Tahap persiapan H-14 kami mencari tambahan konsumsi, Alhamdulillah dapat 10 bungkus dari Bu Fatimah, 10 bungkus dari donatur lainnya.

Pameran foto dibuat sederhana, karena uang cetak gak ada. Akhirnya saya menjual PC lama saya untuk ditukarkan printer. Uang untuk cetak dibelikan kertas foto dengan ukuran A4 sejumlah 5 pak (NEKAD 4). Bilik foto dibuat dengan kayu seadanya dan dihubungkan tali sebagai cantelan fotonya, tragis memang (NEKAD 5).

Kami sengaja tidak menggunakan polisi atau petugas keamanan sekolah, karena kami tak ada uang untuk membayar upahnya. Hal ini menjadi masalah bagi kepala TU baru SMK N 1 Batang (NEKAD 6). "Siap dibubarkan" itu yang telah tertanam.

Masalah listrik, kami memang tidak ada, sekali lagi memang pendanaan saati itu nipis, uang makan panitiapun kita iuran. Saya tak enak kepada temen-temen yang telah membantu tapi tidak saya kasih makan "Sekali lagi saya minta maaf". Saat ditanyakan oleh kepala TU baru soal listrik, terpaksa kami membohongi kalau listrik sebenarnya kita ambil dari SMK. (NEKAD 7)

Masalah panggung sebenarnya kita inginkan agar peserta merasakan panggung 8x6 (ukuran konser), tujuannya untuk memotifasi teman-teman peserta agar perform ekstra akan tetapi pendanaan yang membentur lagi, akhirnya 6x6 panggungnya.

Masalah juri. Kami sudah kehabisan akal untuk membayar juri, uang dikantong tinggal 70 ribu, saya ambil 50 ribu, saya masukkan ke amplop dan kami kasihkan ke juri pak Tri Bakdo "Pak maaf ini kami ada sedikit uang untuk ganti bensin" tak disangka beliau balik tanya "ada berapa uang didalam ini?" saya kaget dan malu, saya jawab "50000 aja pak" kemudian beliau berkata " ini tak bantu buat kalian" kemudian beliau malah ambil dompet dan mengeluarkan uangnya lagi untuk menambahkan uang di amplop itu. Baru kali ini saya menjumpai  seniman yang peduli akan kegiatan seperti ini. Akupun menangis dan berterimakasih didepannya. (NEKAT 8)

Masalah operasional hari kedua. Akhirnya malam kedua kami memutuskan tiketing bagi yang akan memasuki kawasan kegiatan. Mungkin ini tak sejalan dengan tujuan, akan tetapi kami tak dapat berjalan tanda ada bantuan dari pengunjung. "Sekali lagi minta maaf" (NEKAT 9)


Suara Merdeka, 25 April 2012

Wawasan, 23 April 2012
Hari kedua kami didatangi wartawan.Setelah kegiatan selesai kegiatan kami masuk 2 koran. Itu yang menjadikan penutup perjuangan kami. Akan tetapi mendatang akan dibuat kegiatan yang lebih meriah lagi, InsyaAllah.
Baca Lengkap
 
© Catatan Lukman | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger